"Semua mimpi kita dapat terwujud,asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya" - Walt Disney
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Februari 2014
Resesnsi Buku 7 Keajaiban Rezeki
Menyingkap
Keajaiban-Keajaiban dengan Sentuhan Islami
Oleh
Ika
Nur Hikmah
Judul : 7
Keajaiban Rezeki
Penulis : Ippho
‘Right’ Santosa
Tebal : 192
halaman
Penerbit : PT Elex
Media Komputindo
Terbit : Mei
2011
ISBN :
978-979-27-6923-4
Kalau buku lain menunjukkan bagaimana meraih kesuksesan, maka dalam
buku ini Ippho Santosa menunjukkan bagaimana mempercepatnya. Ippho Santosa
lahir pada 30 Desember 1977 di Pekanbaru. Kini, publik dan media massa
mengenalnya sebagai pakar otak kanan (creative marketer), penulis
buku-buku mega-bestseller, pembicara seminar di Indonesia dan Singapura,
penerima MURI Award, dan Entrepreneur di beberapa bidang usaha. Ia telah
menulis belasan buku bisnis dan motivasi. Salah satu bukunya yang paling laris,
selalu diseminarkan, dan menjadi seri otak kanan adalah 7 Keajaiban Rezeki:
Rezeki Bertambah, Nasib Berubah, Dalam 99 Hari dengan Otak Kanan.
Sesuai dengan judulnya, “7 Keajaiban Rezeki”, maka yang
dibahas adalah 7 langkah-langkah ajaib untuk mempercepat
datangnya rezeki. Kebetulan dengan pendekatan-pendekatan Islami dan otak
kanan. Ketujuh langkah-langkah itu bisa disebut percepatan-percepatan,
lompatan-lompatan, ataupun keajaiban-keajaiban.
Keajaiban yang pertama yaitu Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri)
di mana setiap orang adalah unik. Setiap orang punya cara tersendiri untuk
meraih kemenangan, dengan lebih cepat. Yang mana cara tersebut mungkin hanya
berlaku pada dirinya, namun tidak berlaku pada orang lain. Unik layaknya sidik
jari, di mana setiap orang mempunyai sidik jari yang berbeda. Inilah yang
disebut Sidik Jari Kemenangan.
Keajaiban yang kedua yaitu Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga). Bidadari
yang pertama adalah orang tua kita. Begitu doa orang tua kita selaras dengan
doa kita, berarti doa kita menjadi lebih ‘melangit’. Begitu impian orang tua
kita selaras dengan impian kita, berarti impian kita menjadi lebih bersayap’. Sedangan
bidadari kedua adalah pasangan
kita. Menurut Ippho, menikah itu berkolerasi positif dengan rezeki. Dengan
menyelaraskan impian kita dengan impian sepasang bidadari mudah-mudahan impian
kita lebih cepat terwujud.
Golongan Kanan (Lingkar Diri) adalah keajaiban ketiga. Sekitar 80
sampai 85 persen penduduk ini adalah golongan kiri. Sisanya sekitar 15 sampai
20 persen adalah golongan kanan. Dengan pola pikir lateralnya, orang yang
kuat otak kanannya mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan, dan risiko. Maka
jadilah mereka penemu dan pemimpin. Sebaliknya, dengan pola pikir linearnya,
orang yang kuat otak kirinya tidak mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan,
dan risiko. Maka jadilah mereka pengikut dan bawahan. Otak kanan adalah mata
air yang mengalirkn anak-anak sungai yang bernama kreativitas, intuisi, dan
imajinasi. Tidak dapat dielakkan, untuk menjadi lebih kreatif, intuitif, dan
imajinatif, maka kita harus mengasah otak kanan kita.
Sedangkan keajaiban keempat adalah Simpul Perdagangan (Lingkar
Sesama), di mana Islam sangat menganjurkan perdagangan. Ini terbukti pada salah
satu wasiat penting Nabi, “Berdaganglah engkau, karena sembilan dari sepuluh
pintu rezeki itu berada di perdagangan.” Inilah Pareto Rezeki. Di mana sebagian
kecil manusia menguasai sebagian besar rezeki. Dengan kata lain, mereka yang
tidak menguasai Simpul Perdagangan, maka kemungkinan Pareto Rezeki tidak akan
berpihak padanya. Sebaliknya, mereka yang menguasai Simpul Perdagangan,
kemungkinan Pareto Rezeki akan berpihak padanya. Inilah keajaiban besar itu.
Perisai Langit (Lingkar Diri) menjadi keajaiban yang kelima. Perisai
Langit terdiri dari lima ruas diantaranya: Pemberian (sedekah), Shalat (shalat
Dhuha, shalat Tahajjud, shalat Taubat), Sikap (tawakkal, sabar, syukur,
husnudzon), Perkataan (zikir, istighfar, shalawat), dan Perbuatan (berbakti
kepada orang tua, menikah, memiliki keturunan, berhaji, berumrah, silaturrahmi,
ikhtiar, berdagang). Apabila kita sudah bersenjatakan lima ruas Perisai Langit,
maka hampir dapat dipastikan tidak akan ada makhluk bumi yang sanggup
menghalang-halangi rezeki kita.
Adapun keajaiban yang keenam yaitu Pembeda Abadi (Lingkar Diri). Jika
kita ingin menjadi golongan kanan dan menjadi pengusaha atau pemimpin untuk
memajukan negara, kita harus memiliki ciri khas yang disebut pembeda abadi.
Untuk menjadi sesuatu yang muncul di antara yang lain, kita harus memiliki
pembeda abadi agar kita bisa diingat atau ditandai di benak banyak
orang. Differensiasi telah menjadi 1 dari 7 keajaiban rezeki. Agar
sukses, kita butuh sesuatu yang berbeda.
Dan keajaiban yang ketjuh adalah Pelangi Ikhtiar (Lingkar Diri). Yang
dimaksud ikhtiar dalam ilmu keagamaan adalah berusaha dan berdoa. Dan pelangi,
yang dimaksudkan ini adalah jika kita menggabungkan kiat dari yang pertama
hingga yang ketujuh ini, akan membuat kita memiliki suatu kekuatan besar dan
luar biasa. Pelangi ikhtiar berisi 7 sikap (bias) yang dimiliki setiap
pemenang. Terdiri dari impian, tindakan, kecepatan, keyakinan, pembelajaran, integritas,
dan keikhlasan. Tujuh bias pelangi ikhtiar itu benar-benar menyadarkan
kita apa yang harus dilakukan untuk mencapai impian kita.
Masih dengan gaya bahasa khas 'kanan'-nya buku ini sangat enak
dibaca. Dikemas dengan gaya
bahasa yang lugas dan ringan serta sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang
menjadikan buku ini dapat mudah dimengerti dan dinikmati oleh pembaca pada
berbagai lapisan usia. Ippho selalu menyisipkan cuplikan cerita dan bukti dalam
setiap subbab yang yang dibahas. Selain
kualitas bukunya yang memang benar-benar dahsyat. Testimoni dari orang-orang
yang telah mengamalkan 7 Keajaiban Rezeki juga bejibun. Dan
bonus-bonus yang diberikan juga sangat bernilai mahal.
Di bagian akhir buku ini, ada point "apa yang harus dilakukan
sekarang". Maksudnya setelah baca ada panduan untuk langsung action. Hanya
saja, terkadang panduan-panduan itu ada yang tidak begitu jelas. Misalnya dalam
bab Golongan Kanan, salah satu panduannya tertulis "jadilah golongan
kanan". Maksud saya kurang mengerucut apa yang harus dilakukannya. Saya
tahu begitulah sifatnya otak kanan, tapi untuk sebuah bagian "Apa yang
harus dilakukan" dari sebuah buku, sebaiknya jelas dan pasti.
Senin, 11 November 2013
Lama Tak Muncul, Demba Ba Kembali Peragakan Sujud Syukur
dakwatuna.com – Sejak Chelsea ditangani pelatih Jose Maourinho, nama pemain muslim Demba Ba yang terkenal dengan selebrasi ‘sujud syukur’ seolah hilang.
Nama Demba Ba kembali muncul dalam skuad chelsea kala menghadapi Shalke-04 di babak penyisihan Liga Champion tadi malam (Rabu, 6/11/13). Kendati demikian Ba baru dimainkan pada menit ke-77 menggantikan penyerang Chelsea Samuel Eto’o.
Ba kembali memperlihatkan aksinya ketika pada menit ke-80 mendapat sebuah peluang, tapi tembakannya dari sisi kiri kotak penalty Schalke masih terlalu lemah dan Hildebrand tak kesulitan untuk menangkap bola.
Tiga menit berselang, Ba benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai bomber berbahaya. Mendapat bola dari Frank Lampard, Ba melakukan tendangan voli untuk mengirim bola ke pojok kanan gawang Hildebrand, tanpa ampun bola melesak deras ke dalam gawang kiper Shalke-04 tersebut.
Usai melesakkan gol ke-3 Chelsea tersebut, Ba berlari ke sisi lapangan dan sebagai wujud syukur atas prestasi yang ditorehkan, seperti biasa kali ini pun Ba memperlihatkan selebrasi ‘Sujud Syukur’ yang menjadi ciri khasnya.
Seperti inilah seharusnya sikap seorang muslim sejati, bersyrukur atas segala nikmat yang Allah SWT limpahkan dalam setiap waktu dan kesempatan. (sbb/dakwatuna)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/07/41837/lama-tak-muncul-demba-ba-kembali-peragakan-sujud-syukur/#ixzz2kLoFzrUh
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Jumat, 11 Oktober 2013
MONOLOG CINTA
Dia
merenung dalam bait tinta yang ditangkap lensa miliknya. Sepasang mata yang
bening itu bergerak-gerak kiri ke kanan. Dia cuba untuk memahami kata-kata itu.
“Cinta
bukan tujuan, tapi hanyalah jalan. Cinta itu bukan matlamat, tapi hanyalah alat…” – Ustaz A.Ubadillah Alias
Dahinya
dikerutkan. Keningnya dirapatkan. Tanda dirinya sedang memikirkan sesuatu yang
mengusik perasaan.
“Cinta
bukan tujuan. Tapi jalan. Cinta bukan matlamat. Tapi alat..” Bait tinta itu
bergema dalam sanubarinya.
“Apa
ertinya?” Dia bermonolog.
Lama dia
merenung. Sesekali, dia menghantar pandangan ke luar jendela. Dia menatap ke
arah langit. Cerah. Subhanallah, indah ciptaan-Mu – Burung-burung berkicauan,
tanda bertasbih kepada-Nya. Sang unggas bernyanyi riang, tanda memuji
kepada-Nya. Segala yang ada di langit mahupun di bumi sujud pada keEsaan-Nya.
Dalam asyik dia merenung keindahan ciptaan Tuhan, ada sesuatu yang mengusik
kalbunya.
Cinta. Ya. Dia tahu dia masih muda remaja. Dia tahu masih banyak tanggungjawab yang harus digalasnya. Dia tahu masih banyak impian yang belum diraihnya. Dia tahu, umi dan abinya mengharapkan sesuatu daripadanya. Dia tahu perjalanan hidupnya baru bermula. Dia tahu dia tidak seharusnya leka dalam cinta dunia. Dia tahu dan dia mengerti segala-galanya. Namun, entah mengapa setiap kali dia cuba mengusir satu rasa yang bertamu di dada, tiap kali juga dia kalah melawan perasaannya.
Ya
Allah, begitu kuat rasa itu hadir ke dalam kalbunya.
Apa yang
perlu dia lakukan? Langkah apa yang perlu dia aturkan? Strategi apa yang perlu
dia rencanakan?
Segala-galanya
kelihatan suram. Segala-galanya kelihatan tidak berjalan. Hatinya kembali
rawan. Mengapa dirinya tidak mampu melawan? Mengapa perasaannya seringkali
kecundang? Mengapa hatinya seringkali bermusuhan dengan apa yang dia fikirkan?
Hati dan akalnya tidak sehaluan.
Dia tidak mahu lemas dalam dakapan cinta yang melekakan. Dia hanya mahu lemas dalam dakapan cinta Tuhan. Tapi, makin kuat dia mencuba, makin kuat pula dia diduga.
Dia tidak mahu lemas dalam dakapan cinta yang melekakan. Dia hanya mahu lemas dalam dakapan cinta Tuhan. Tapi, makin kuat dia mencuba, makin kuat pula dia diduga.
Dia tahu, dia harus kuat menghadapinya. Dia tahu, dia harus melawan rasa cinta yang bertamu dalam hatinya. Dia tahu, dia harus mengusir rasa cinta pada manusia. Mengusir cinta bukan bererti membenci. Tetapi lebih kepada menjaga jarak antara dirinya dan dia. Hatinya cuma ada satu. Dia tahu, sakit rasanya apabila terluka. Pedih rasanya apabila kecewa. Pasti, dia akan berduka. Lalu, amanah yang dipertanggungjawabkan ke atasnya akan terbang dan hilang entah ke mana.
Dia
harus memilih. Ya. Memilih sama ada dia mahu terus berfantasi atau menjejak
realiti? Mahu terus berada dalam mimpi atau mahu menjejak bumi? Dia sedar.
Cinta manusia itu adalah sesuatu yang tidak pasti. Cinta yang hakiki adalah
berpaksikan pada DIA Sang Ilahi.
Dia juga
sedar, kehidupan kini penuh dengan ujian Ilahi. Jika iman tidak terus diasah,
maka dia akan tersungkur rebah. Jika akidah tidak terus dipelihara, maka dia
akan terus bergelumang dengan dosa. Jika ilmu-Nya tidak terus diteroka, maka
dia akan terus terleka dalam arus dunia. Dia juga sedar. Perjalanannya masih
jauh. Banyak lagi yang harus ditempuh. Jika ujian sebegini dia tidak mampu
menempuh, apatah lagi ujian lain yang mewajibkan imannya untuk terus teguh.
Dia
nekad. Segala rasa cinta yang hadir sebelum waktunya perlu segera diusir.
Bimbang pula hatinya akan terus terusik. Kini dia memegang pada satu prinsip!
“Cinta
itu fitrah. Ilmu itu amanah. Iman itu perlu diasah. Maksiat itu perlu dicegah!”
Ashadu
Anla Ilahailallah Wa Ash Hadu Anna Muhammad Rasulullah. Hanya padaMu Tuhan, aku
berserah…
UNTUK MU WAHAI MUSLIMAH PENJAGA KEHORMATAN DIRI
Aku ingin menjadi kembang di taman, bukan menjadi kembang di
jalanan. Aku ingin menjadi kembang di taman, yang selalu terjaga dari debu
jalanan. Aku ingin menjadi kembang di taman, agar tak mudah dihinggapi
kumbang-kumbang jalanan.
Menjadikan aku tetap tegak berdiri, menjadikan aku tetap
segar berseri, menjadikan aku tetap harum mewangi, menjadikan aku tetap
terlindungi. Menjadi kembang yang selalu terjaga, menjadi kembang yang selalu
mempesona.
Dalam keanggunan menjaga fitrah, dalam kemuliaan menjaga
kesucian. Aku tak mau didekati kumbang-kumbang yang cuma mau menghisap madu,
setelah itu pergi berlalu. Aku tak mau dibuai rayuan-rayuan palsunya. Yang
begitu merdu didengar, yang begitu indah di angan, padahal kenyataannya. Begitu
pahit di rasa.
Jangan ajak aku pacaran, karena cinta demikian bukanlah
hubungan yang dihalalkan.
Jangan ajak aku pacaran, karena pacaran begitu dekat dengan
kemaksiatan.
Jangan ajak aku pacaran, karena aku tak mau kehormatanku
tergadaikan.
Jangan ajak aku pacaran, karena aku dibalik keindahannya
justru akan membutakan.
Jangan ajak aku pacaran, karena aku ingin menjaga kesucian.
Dan jangan ajak aku pacaran, karena aku takut buaiannya
melunturkan cintaku kepada-Nya. Jangan katakan aku sok alim, jangan katakan aku
sok suci. Akan tetapi, aku hanya ingin tetap menjaga diri, aku hanya ingin
tetap menahan diri, aku hanya ingin patuh kepada Ilahi.
Telah kutetapkan dalam hati. Hanya imamku yang boleh
memacari nanti. Setelah tertambat dalam ikatan suci. Karena aku yakin sekali.
Pacaran setelah menikah itu akan berbuah kebahagiaan abadi.
KEMBALILAH TERSENYUM
Beruntung sungguh menjadi seorang Muslim.
Setiap gerak tingkah sentiasa ada pedomannya. Walau perkara yang amat kecil
jika dipandang, namun hati tetap senang dengan setiap landasan yang diberikan.
Islam agama yang menyentuh keseluruhan kehidupan.
Rukun Iman yang enam sudah kita ketahui dan
perlu diyakinkan. Menarik untuk perkara yang keenam iaitu percaya kepada Qada
dan Qadar atau dengan kata lain percaya kepada apa yang Allah tentukan.
Hidup memang ada cabaran. Terutamanya kepada
orang yang beriman. Pasti akan diuji.
Firman Allah SWT:
“Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan
dibiarkan dengan hanya berkata “kami beriman”, sedang mereka tidak diuji
(dengan sesuatu cubaan)?” [Surah al-Ankabut, Ayat ke-2]
Ini adalah sunnatullah; ketetapan Allah yang
perlu diterima. Walau bagaimanapun, seseorang yang diuji sepatutnya perlu tabah
dengan sebarang ujian. Kemiskinan, kekayaan, kesakitan, kehilangan harta benda,
kematian dan sebagainya kerana Allah lebih berhak terhadap diri kita. Semua
adalah pinjaman.
Yakinlah kita bahawa Allah Maha Mengetahui dan
Maha Penyayang. Semestinya Dia tidak akan membebankan hamba-Nya dengan ujian
yang tidak mampu dipikul oleh hamba-Nya. Pasti tidak! Tuhan yang Maha
Mengetahui tahap keimanan kita dan kesanggupan yang ada pada kita, pasti
menguji dengan tahap yang sesuai dengan Iman masing-masing.
Firman Allah:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan
sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang
diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban
yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya
Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami
memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah
Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Surah
al-Baqarah, Ayat ke-286]
Kembalilah kita tersenyum dan tabah dengan
ujian. Memang benar, lidah berbicara petah belum tentu sendi bergerak lincah.
Mungkin penulis sedikit kurang untuk indah berbahasa, namun keyakinan penulis
tetap pada kalamullah yang tiada setara indahnya bahasa. Bukakanlah selaput
kelabu di hati, agar kunang-kunang singgah ke mari, sinar cahaya kan kembali
lagi.
Wallahua’lam.
- Artikel iuvislam.com
TIPS GEMBIRA SEPANJANG HARI
Kesegaran dan minda positif mampu menambahkan semangat bagi
melakukan tugasan seharian.
Perkara terbaik yang boleh dilakukan selepas membuka mata di
pagi hari adalah:
1.
Bersyukur
Bersyukur kerana anda masih diberi
nafas pagi ini bagi melihat matahari dan menghirup segarnya udara kurniaan
Allah. Bersyukur juga kerana anda masih diberi kesempatan untuki melakukan dan
menjadi yang terbaik; pastinya lebih baik daripada yang semalam.
2.
Tekad Bermotivasi
Ucapkan dalam hati dan kepada diri
yang anda mahu bersemangat sepenuhnya. Dengarkan dan baca bahan bermotivasi
sebelum memulakan tugas. Di waktu awal pagi, jangan buka email, baca newspaper,
baca gosip-gosip mahupun join sesi mengumpat bersama kawan-kawan. Hal
ini kerana ia menerbitkan energi negatif lalu menghalang anda dari bermotivasi
sepanjang hari.
3.
Tingkatkan Motivasi
Diri Dengan Mencari Motivasi Terbaik
Motivasi harus dijaga. Sekiranya ia
tidak dipelihara, ia akan menjadikan kita tidak bersemangat.
4.
Mulakan Dengan
Bismillah
Mulakan setiap tugasan yang ingin
dilakukan dengan bismillah. Bismillah dapat menjauhkan kita daripada bisikan
syaitan dan perasaan was-was.
5.
Mulakan hari dengan
ubah sikap. Tetapkan apa yang mahu dicapai.
6.
Maafkan Semua Orang
Sebelum dan selepas bangun daripada
tidur, maafkan insan di sekeliling kita. Memaafkan dapat menghilangkan segala
kerungsingan dan keresahan hidup. Hati juga akan menjadi tenang dan tenteram
apabila kita memaafkan insan lain.
Rabu, 04 September 2013
Ikhlas atau Tidak Ikhlas, Tetap Dibalas!
Sebenarnya sih, berapapun yang Anda sedekahkan, pasti dibalas dan dilipatgandakan oleh-Nya. Tidak jadi soal, apakah Anda ikhlas atau tidak. Tidak jadi soal, apakah Anda beriman atau tidak. Buktinya banyak hartawan yang dermawan semakin kaya, padahal meraka atheis. Betul sekali, mereka atheis. Bagi mereka, hampir-hampir tidak ada istilah ikhlas! Hampir-hampir tidak ada istilah iman! Wong, tujuan mereka bersedekah biasanya Cuma untuk mengangkat merek dan mengurangi pajak!
Balasan, inilah Hukum Kausalitas dari-Nya dan janji tertulis
dari-Nya. Yang saya maksudkan balasan di sini adalah balasan jangka pendek
(dunia). Tentu saja, dengan ikhlas dan iman, kita akan beroleh nilai tambah,
berupa balasan jangka panjang (akhirat) yaitu ridha, pahala, dan surga dari-Nya.
Terus balasan jangka pendek itu berbentuk apa? Yah, berbentuk materi atau
sesuatu yang setara dengan itu. Misalnya:
Keuangan
·
Kesehatan
·
Keselamatan
·
Kemudahan
urusan
Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi:
·
Bankir
pribadi, karena memudahkan keuangan kita.
·
Dokter
pribadi, karena memelihara kesehatan kita.
·
Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala.
·
Asisten
pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita.
Di sisi lain, sebenarnya setiap kali Anda bersedekah, itu mendorong
roda ekonomi berputar lebih produktif. Bahkan membuka pintu rezeki banyak
orang. Dan mudah-mudahan, itu semua kembali kepada Anda.
· Katakanlah,
Anda memberikan uang kepada pengemis.
· Dengan
uang itu, si pengemis dapat membeli sebungkus nasi.
· Itu
berarti, si penjual dapat menjalankan usahanya, menafkahi keluarganya,
membukakan pintu rezeki bagi karyawan dan pemasoknya.
· Roda
ekonomi pun berputar lebih produktif.
Yes, life is beautiful. Love is wonderful. Giving is powerful.
Sumber : 7 Keajaiban Rezeki oleh Ippho Santosa
Sabtu, 31 Agustus 2013
Mulia Memaafkan & Menahan Marah
“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah
bagi seorang hamba dengan sifat memaafkan kecuali kemuliaan, serta
tidaklah seorang hamba merendahkan diri karena Allah melainkan Allah
meninggikan darjatnya.” (Hadis Riwayat Muslim)“Orang yang paling
sabar diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain
padahal dia berkuasa untuk membalasnya.” (Hadis Riwayat Ibnu Abiduyya
dan Baihaqi)
Nabi s.a.w. bersabda, “Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia.” (Hadis Riwayat Muslim)Allah
SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada
syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk
orang-orang yang bertakwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya
di waktu senang mahupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan
marah dan memaafkan kesalahan orang. Allah suka kepada orang yang
berbuat kebajikan.” (Surah Ali Imran : 133-134)Nabi s.a.w. pernah
bersabda: “Dilaporkan kepada Allah semua perbuatan manusia pada setiap
hari Khamis dan Isnin, lalu Allah ‘Azza Wa Jalla mengampuninya pada hari
itu juga, diampunkan setiap orang yang tidak syirik (menyengutukan)
sesuatu dengan-Nya, kecuali sesiapa yang sedang bermusuhan, iaitu Allah
berfirman untuknya: Tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua-dua (orang
yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai, tinggalkanlah
(jangan dihapus dosa) kedua-dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga
mereka berdua berdamai.” (Hadis Riwayat Muslim)“Dan jika kalian
memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah At-Taghobun : 14)“Dan
hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu,
tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan ingatlah
Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.” (Surah al-Nuur : 22)
- Artikel iluvislam.com
Langganan:
Postingan (Atom)







